Adventus Supriadi, meraih Award Pemimpin Pemuda Muslim Indonesia!




            Sebelum membaca postingan ana kali ini, sila simak dan renungi video ini ya... video ini yang pertama ditayangkan dalam Indonesian Young Islamic Leaders (IYIL) Award pada FSLDKN XVI, IMSS 2012, Bandung, Indonesia... 

                Tak ada kata lain yang bisa ana ucapkan selain lafaz pujian kepada Allah SWT setelah mengenal pemuda ini, seorang hamba yang telah mengalami perubahan besar dalam hidupnya dalam waktu yang begitu singkat.. Ia mampu membenahi dirinya menjadi seorang pemuda muslim dimasa remaja, telah mampu memilih warna hidupnya, dimulai dari ketidakjelasan tujuan hidup, menjadi seorang yang sangat berkapabilitas untuk menginspirasi pemuda muslim Indonesia! Sekarang ia akrab dianggil Irsyad, Muhammad Irsyadul 'Ibad. Teringat ucapan singkatnya saat meraih IYIL award di SABUGA ITB, "Mama, Papa, Oma, Kakek, Nenek, suatu saat saya akan membawa kalian kejalan Allah ini.." di iringi dengan takbir ribuan aktivis dakwah dalam ruangan itu, sampai sekarang ana masih merinding mendengarnya..
               Sedikit bercerita sebelumnya, mungkin akh Irsyad ini adalah orang kedua sahabat qarib yang sangat menginspirasi ana setelah ana menulis tentang "Preman Hafal Quran" . Pertama mendengar ada pengurus LDK yang muallaf, ingin segera ana bertemu dengannya, dan alhamdulillah, ana satu magang dengannya di Sekolah LDK FKI Rabbani. Singkat cerita, setelah hampir 2 tahun mengenalnya, barulah ana berani bertanya tentang kemuslimannya.. Kami bercerita disalah satu kafe di UNAND, banyak yang ana tanyakan, seperti apa masa-masa SMAnya, bagaimana pergaulan dengan teman-temanya, dan sulit sekali ana menahan keharuan saat mendengar ceritanya saat menyatakan ke-islaman pada ibunya yang sampai sekarang sangat ia cintai.. Okelah, ini liputan beritanya akh, semoga menginspirasi..
_________________________________________________________________________________

[Ber-matamorfor-self] Adventus Supriadi Memperoleh Penganugrahan Pemimpin Muda Muslim Indonesia
                     “Pilihan masa mahasiswa ada dua. Yang pertama, menikmati waktu luang dan pergaulan, atau yang kedua mengumpulkan keberanian untuk menjadi pemenang. Meskipun masa mahasiswa hanya beberapa tahun, namun konsekuensi pilihan tersebut akan menjadikan perbedaan yang sangat siginfikan di masa mendatang” begitu ujar Wahyu Avianto seorang General Manajer BNI Syariah. Senada dengan hal tersebut Banu Muhammad seorang Dosen FEUI dan Asisten Manajer Bidang Kemahasiswaan FEUI mengatakan bahwa “Mahasiswa berprestasi yang cerdas dan idealis adalah aset besar bangsa ini. Mereka adalah vitamin untuk menyegarkan jiwa Indonesia yang sedang lesu. Merekalah bagian dari anak bangsa yang membuat kita selalu optimis dan bisa mengatakan bahwa harapan itu masih ada”. (Dikutip dalam buku Sukseskan Mudamu!. M.Iffan Fanani & M. Ichsan, 2011).
         GAMAIS ITB dan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK) menyelenggarakan International Muslim Students Summit 2012 dalam rangka FSLDKN XVI pada Juli 2012. Pada event tersebut ada salah satu kompetisi yang bertajuk kepemimpinan yaitu Indonesian Young Islamic Leader (IYIL) Award.  Dimana para aktivis pemuda muslim dari seluruh Nusantara yang tergabung dalam wadah Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) memperoleh kesempatan untuk
mengikuti berbagai seleksi yang berlangsung selama ± 3 bulan 16 hari. Dari seleksi ini diharapkan akan menghasilkan Tokoh Pemuda Muslim Indonesia yang bukan hanya berprestasi di bidang akademik tetapi juga berprestasi non akademik yang siap menjadi agen of change untuk Indonesia madani.
                 Berbagai tahapan seleksi yang sangat ketat dari ratusan kompetitor se-Indonesia yang telah dilalui, Alhamdullilah, akhirnya Adventus Supriadi yang akrab di panggil Irsyad Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Andalas berhasil menjadi Pemenang dalam ajang pemilihan dan penganugrahan pemimpin muda Muslim Indonesia.


             Adventus beserta 5 nomine lainnya yakni Ardiles (UNP), Haris Dianto Darwindra (Unpad), Bayu Nugroho (IAIN Sumatera Utara), Ence Surahman (UPI Bandung), dan Nur Saudah Al Arifa (UGM) berhasil menjadi 6 Pemimpin Muda Muslim Indonesia mengharumkan dirinya, keluarga dan almamaternya masing-masing. Penentuan pemenang ajang ini didasarkan pada prestasi akademik dan nonakademik para peserta, terutama yang berkaitan dengan nilai kepemimpinan Islami dari masing-masing nominator.
         Penganugerahan dilaksanakan dalam rangkaian acara Grand Opening International Muslim Students Summit (IMSS) lebih tepatnya dalam acara grand seminar yang bertema“Youth & Leadeship In Each Sector Around Us. Seminar yang bertopik pemuda, pemimpin dan perubahan dunia ke arah yang lebih baik ini dihadiri tokoh nasional Tri Mumpuni dan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai pembicara, diselengarakan di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Ahad, 15 Juli 2012 di hadapan lebih dari 1700 aktivis  pemuda muslim dari seluruh tanah air.
                 Dihadapan ribuan peserta seminar  dalam sambutannya sebagai pemenang, Ketua Umum Forum Studi Dinamika Islam (FORSTUDI) Faperta Unand periode 2012/2013 ini menyampaikan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakannya hingga menjadi Pemenang. Pemuda kelahiran 15 desember 1991 ini berpesan kepada para pemuda muslim agar terus berjuang dan berkarya.
               “Ucapan syukur dan terimaksih kepada Allah SWT sebagai sang Maha Pembuat Karya, juga  Kepada Ayah, Ibu serta Sahabat dan kepada panitia penyelengara serta kepada semua yang telah mendukung dan mendo’akan sehingga menjadi pemenang dan bisa mempersembahkan hasil dari kesungguhan, ikhtiar dan niat yang mulia ini, ujarnya dengan bola mata berkaca-kaca. Perubahan itu tidak harus muluk-muluk, saya mulai itu dari diri sendiri” sambungnya.
          Ini semua sudah tercatat dalam lauhul mahfudz-Nya, tinggal bagaimana menjempunya dan memanfaatkan setiap momentum pada kesempatan yang telah menjadi nikmat bagi kita dari-Nya. Marilah kita terus berkarya untuk bangsa, berbakti kepada bumi pertiwi, selagi kita bisa dengan sekuat tenaga dan potensi yang kita miliki. (Adv)
“Ada dua kenikmatan yang sering manusia tertipu dan merugi didalamnya, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan “ HR. Bukhari